MELIHAT INDONESIA DALAM BINGKAI MODERNISASI

0

Indonesia memiliki mayoritas penduduk yang menganut agama Islam, Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. Berdasarkan data World Population Review, jumlah penduduk muslim di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 229 juta jiwa atau 87,2% dari total penduduk 273,5 juta jiwa. Seiring dengan perkembangan zaman, tentunya negara Indonesia sendiri terus berusaha untuk selalu mengikuti perkembangan-perkembangan yang terus terjadi di dunia. Perkembangan-perkembangan yang terjadi pada setiap negara tentunya membawa dampak bagi setiap penduduk Negara itu sendiri, sama halnya seperti yang terjadi di Indonesia. Perkembangan zaman dan teknologi memberikan dampak pada setiap aspek kehidupan masyarakat penduduk Indonesia mulai dari masyrakat perkotaan hingga pada masyarakat pedesaaan. Perubahan yang dibawa pun tentu memiliki nilai positif negatifnya.

Pada perkembangan zaman saat ini dapat kita lihat bahwasannya dunia barat kini bisa dikatakan menjadi acuan bagi beberapa negara berkembang. Kemajuan teknologi yang dicapai negara barat menarik perhatian negara berkembang untuk mengikuti perkembangan yang mereka lakukan. Perubahan zaman yang sedang kita hadapi saat ini sering kali disebut dengan era modern. Zaman modern menjadi titik pesatnya perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan politik. Zaman modern tentunya juga membawa beberapa perubahan pada aspek kebudayaan manusia. Perkembangan zaman modern yang awalnya diawali oleh Eropa Barat dan Amerika Utara kini sudah merebak hampir ke setiap jengkal daerah di dunia, salah satunya adalah Indonesia. Indonesia adalah salah satu dari sekian negara yang melakukan penyesuaian diri dengan perkembangan zaman modern. Hal ini tampak nayata pada pola kehidupan masyarakat yang semakin berkembang.

Perkembangan tersebut dapat dilihat dari perubahan-perubahan kecil seperti muncul berbagai peralatan rumah tangga yang membantu meringanakan pekerjaan manusia. Di dalam dunia pendidikan, dengan perkembangan zaman yang semakin modern kini sangat membantu Indonesia untuk bangkit dari ketertinggalannya. Dilihat secara umum, zaman modern memang membawa banyak dampak positif bagi suatu bangsa, mulai dari adanya kemajuan pembangunan infrastruktur negara, teknologi, dan ilmu pengetahuan. Zaman modern membawa pola pikir masyarakat untuk lebih terbuka untuk menerima perkembangan modernisasi.

Namum, siapa sangka di balik banyaknya dampak positif yang dibawa tidak menutup kemungkinan adanya bahaya atau hal negatif yang dibawa oleh zaman modern, baik untuk negara tersebut maupun bagi individu yang ada di dalamnya. Dampak negatif yang dapat dibawa oleh modernisasi adalah budaya dalam negeri perlahan tergeser oleh kebudayaan luar negeri, munculnya budaya hedoninisme, dan masyrakat konsumtif, sikap individualisme.

Salah satu dampak kurang baik yang tampak dari perubahan zaman ini adalah tergesernya nilai keagamaan dan kebudayaan dalam negeri oleh kebudayaan luar negeri akibat dari mudahnya masyarakat mengakses budaya luat negeri tanpa adanaya filter. Apakah dampak negatif tersebut sudah terjadi di Indonesia? Jika kita ingin melihat sekilas pada pola perilaku generasi muda Indonesia sdikit banyak dapat memeberikan gambaran bagaimana modernisasi ini membawa dampak kurang baik  terhadapa generasi bangsa.

Salah satu contoh kecil yang akan ditampakkan adalah, bagaimana sikap pemuda desa Polewali. Polewali adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagaimana Indonesia yang merupakan negara dengan umat Islam terbanyak, di Desa Polewali ini juga mayoritas dari masyarakatnya adalah umat beragama Islam. Sudah menjadi hal umum bahwa umat mayoritas sedikit banyak akan memepengaruhi nilai-nilai kebudayaan pada masyarakat tersebut.

Pada zaman dulu para pemuda sangat senang untuk menghidupkan hari-hari perayaan besar Islam, namun aktivitas tersebut tampak perlahan memudar dari perilaku remaja desa yang kini tampak lebih nyaman untuk berkumpul di tempat-tempat nongkrong modern tak lupa dengan gadget yang tampak tidak lepas dari tangan anak muda sekarang. Memudarnya nilai keagamaan juga tampak pada beberapa pemuda yang mendapatkan masalah mengenai kenakalan remaja dan pergaulan bebas. Kenakalan remaja adalah perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma umum, adat istiadat, norma-norma masyarakat, dan perilaku anti sosial. Pemuda desa yang mulai mengenal budaya barat merasa mereka akan tampak keren jika mengikuti apapun itu yang menjadi kebudayaan di barat. Contohnya, adalah budya berpacaran.

Meskipun pada dasarnya mereka mengetahui bahwa pacaran itu dilarang, namun karena adanya keinginan untuk mengikuti kebudayaan barat maka mereka akan tetap berpacaran yang mana hal tersebut merupakan sebuah kesalahan dalam agama mereka. Demi mengikuti trend dan agar tetap dinilai eksis, maka orang-orang akan melupakan atau meninggalkan nilai-nilai keagamaan yang telah mereka dapatkan pada waktu-waktu sebelumnya. Akses yang mudah terhadap apapun yang mereka inginkan tanpa adanya filter secara tidak langsung akan memberikan dampak yang kurang baik bagi individu maupun masyarakat.

Menanggapi pudarnya nilai keagamaan yang ada para pemuka Desa Polewali tentunya tidak hanya diam saja. Para pemuka desa, seperti tokoh agama mulai mengadakan kajian-kajian keagamaan guna mengembalikan nilai keagamaan pada generasi muda. Itulah pentingnya kesimbangan antara perkembangan zaman dan nilai keagamaan. Seperti yang sempat disebutkan di atas bahwa zaman modern tentunya membawa dampak positif yang begitu banyak. Hal ini juga tampak dari terbukanya izin investasi atau penanaman modal asing bagi investor asing.

Di dalam menjawab tantangan perubahan perekonomian global serta upaya untuk mempercepat pembangunan ekonomi nasional, Indonesia meningkatkan investasi untuk pengolahan potensi ekonomi menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan modal yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Status Indonesia sebagai negara berkembang tentu memperkuat alasan mengapa Indonesia membutuhkan adanya investor asing untuk mendukung menanamkan modal di Indonesia. Investasi memberikan prospektif sebagai sumber penghasilan daerah mengingat diberlakukannya otonomi daerah di Indonesia.

Investasi sendiri merupakan istilah yang diadopsi dari Bahasa Inggris Investement dari kata dasar invest yang berarti menanam, menginvestasikan atau dalam Bahasa Arab istathmara artinya adalah yang menjadikan berbuah, berkembang, dan bertambah jumlahnya. Investasi atau penanaman modal ini berkaitan kuat dengan aktivitas ekonomi atau mu’amalah.  Secara istilah, investasi didefinisikan sebagai barang yang tidak bergerak yang dimiliki oleh perseorangan atau perusahaaan yang dimiliki dengan harapan adanya keuntungan yang didapatkan atas penjualan dan umumnya dapat dikuasi dalam jangka waktu yang panjang. Salah satu contoh investasi yang dilakukan pihak asing di Indonesia adalah adanya PT. Biota Laut Ganggang (BLG) yang terletak di Desa Polewali, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang.

PT. Biota Laut Gangga (BLG) merupakan salah satu perusahaan penanaman modal asing yang ada di Indonesia. Perusahaan ini bergerak dalam bidang penelitian, produksi, dan penjualan Hydrocolloids. PT. BLG dalam produksinya menggunakan bahan dasar rumput laut yang kemudian diolah menjadi karragenan, agar-agar, dan konjac gum. PT. Biota Laut Gangga (BLG) memberikan peluang bagi perusahaan perusahaan lokal dengan cara bekerja sama dalam hal suplai bahan baku yang dipasok dari berbagai daerah di wilayah Sulawesi. Hadirnya PT. Biota Laut Gangga (BLG) ini membantu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya. Hal ini terbukti dari ketenagakerjaan yang ada di PT. Biota Laut Gangga (BLG) memiliki sebanyak 310 tenaga kerja lok Sementara, untuk tenaga kerja asing terdapat 17 orang yang akan dikurangi seiring adanya transfer pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja lokal.

Adanya PT. Biota Laut Gangga (BLG) di Desa Polewali ini juga membuka jalan usaha bagi masyarakat setempat. Hal tersebut tampak di sekitaran lingkungan PT. Biota Laut Gangga (BLG) yang pada awalnya adalah kebun warga kini oleh pemiliknya di atas tanah tersebut dibangun bangunan-bangunan yang oleh pemiliknya akan dijadikan usaha kos-kosan untuk para karyawan PT. Biota Laut Gangga (BLG). Selain para pengusaha makanan yang berada di daerah sekitarnya juga mendapatkan keuntungan dengan bertambahnya atau meningkatnya jumlah konsumen yang datang. Peningkatan konsumen tersebut didominasi oleh para karyawan PT. Biota Laut Gangga (BLG).

Pekembangan zaman khususnya zaman modern benar-benar membawa banyak dampak perubahan pada kehidupan manusia, mulai dari kehidupan umum hingga pada kebudayaan, dan keagamaan manusia. Melihat betapa besarnya pengaruh tersebut sudah seharusnya bagi umat beragama untuk terus menjaga dan memperkaya diri dengan akidah-akidah keagamaan. Nilai-nilai keagamaan ini nantinya akan sangat membantu untuk menjadi filter diri sendiri terhadap perubahan dan perkembangan yang dibawa oleh modernisasi. Menjaga diri dengan terus memperhatikan nilai-nilai agama, bukan berarti menjauhkan diri dari segala bentuk perubahan zaman yang ada, tentu bukan begitu.  Terus menjaga dan memperkaya diri dengan nilai-nilai agama maksudnya disini adalah sebagai manusia yang hidup di zaman modern, kita dituntut untuk harus mampu berkembang dan bergerak sebagaimana perkembangan yang dialami oleh dunia, akan tetapi dalam menerima perubahan tersebut kita sebagai umat beragama haru tetap selalu memeperhatikan batasan-batasan yang harus kita jaga agar tidak terjadi penyimpangan nilai agama.

Kehidupan zaman modern yang secara garis besar bersumber dari kehidupan masyarakat barat tidak serta merta harus dijauhi oleh umat Islam, justru dari sinilah umat Islam harus menunjukkan kebijaksanaannya sebagai penganut agama yang merupakan rahmatan lilalamin. Mengikuti perkembangan zaman dengan tetap mengedepankan nilai-nilai ajaran agama Islam tidak akan membawa kerugian. Melainkan, justru akan membawa kita kepada kehidupan yang dipenuhi dengan nilai-nilai positif. Karena dengan menjalankan kehidupan modern dengan tetap mengutamakan serta mencampurkan nilai-nilai keagamaan di dalam tentunya akan membawa keberkahan dalam kehidupan yang dijalani. Selain itu, menghadapi zaman modern dibarengi dengan tetap mengedepankan nilai-nilai ajaran Islam tentunya akan semakin meningkatkan kualitas diri baik dihadapan manusia maupun Allah Swt. (DEW)

BIODATA PENULIS

*) Nur Latifah

Nur Latifah merupakan mahasiswi aktif Jurusan Psikologi Islam Institut Agama Islam Negeri Kediri. Penulis bisa dihubungi melalui alamat email nurlatifah1652@gmail.com

About author

No comments