PENGEMBANGAN BELAJAR AGAMA DAN MENGAJI DI TPQ DARUNNAJAH, DESA DOKO, KABUPATEN KEDIRI

0

Taman Pendidikan al-Quran merupakan lembaga pendidikan dasar informal yang menyelenggarakan pembelajaran al-Quran bagi anak. Peran TPQ sangatlah penting jika dihadapkan dengan kewajiban sebagai orang tua dan masyarakat muslim yang harus mengupayakan pendidikan bagi anak-anaknya untuk mempelajari dan mencintai al-Quran sejak dini. Agar tujuan pendidikan TPQ dapat tercapai, maka perlu diperhatikan segala sesuatu yang mendukung keberhasilan program pendidikan itu. Dari sekian faktor penunjang keberhasilan tujuan pendidikan, kesuksesan dalam proses pembelajaran merupakan salah satu faktor yang sangat dominan. Untuk itu, perlu sekali dalam proses pembelajaran diciptakan suasana yang kondusifm agar peserta didik benar-benar tertarik dan ikut aktif dalam proses tersebut.

Sebagaimana pendidikan formal yang dikelola dengan sangat baik dengan memperhatikan manajemen, strategi, model, dan media pembelajaran sesuai standar. TPQ pun harus dilaksanakan dengan perencanaan yang sangat baik. Hal ini untuk menjamin kualitas input yang diberikan akan sebanding dengan baiknya output yang dihasilkan. Meskipun termasuk dalam kategori pendidikan informal, namun pembelajaran di TPQ Darunnajah harus tetap dirancang sebaik mungkin untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Apalagi TPQ merupakan pendidikan anak usia dini dan usia sekolah dasar. Hal ini dikarenakan santri TPQ merupakan anak yang berada pada rentang usia 4-12 tahun. Proses pembelajaran pada usia itu menuntut inovasi dan kreasi tenaga pendidik agar anak yang mengikuti proses pembelajaran yersebut senantiasa termotivasi untuk belajar, mempunyai ketertarikan terhadap pelajaran, serta tidak merasa bosan.

Di dalam  sistem pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pesan, tetapi siswa juga bertindak sebagai komunikator atau penyampai pesan. Dalam kondisi seperti itu, maka terjadi apa yang disebut dengan komunikasi dua arah, bahkan komunikasi banyak arah. Komunikasi pembelajaran, media pembelajaran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas pencapai tujuan pembelajaran. Artinya, proses pembelajaran akan terjadi apabila ada komunikasi antara penerima pesan dengan sumber/penyalur pesan lewat media tersebut.

Pertama, santri di Taman Pendidikan Al-Quran Darunnajah diberikan penguatan pendidikan karakter religius. Teman-teman peserta KKN-DR melakukakn penguatan pendidikan karakter religius dengan melakukan pembelajaran mengenai karakter religius kepada santri TPQ Darunnajah. Al-Quran sebagai pedoman umat Islam telah mengajarkan dan menggambarkan bagaimana pendidikan karakter harus diajarkan kepada anak. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa teman-teman peserta KKN-DR harus bisa menggunakan kisah-kisah tauladan sebagai penghantar penguatan pendidikan karakter religius. Mengingat santri merupakan seorang siswa di sekolah, maka TPQ berperan sebagai pendidikan lanjutan bagi siswa.

Kedua, pendampingan mengenai kurikulum yang diterapkan di TPQ Darunnajah. Demi kontuitas penguatan peran TPQ dalam pendidikan karakter religius. Teman-teman peserta KKN-DR melakukan pendampingan kurikulum di TPQ Darunnajah. Kurikulum dan pembelajaran merupakan bagian terpenting yang dapat dikembangkan selain merangkum kegiatan utama pembelajaran al-Quran. Serta, menerapkan penguatan karakter religius melalui habituasi.

Ketiga, santri didampingi dalam karakter religius. Proses penguatan pendidikan karakter religius merupakan hal yang panjang. Namun, teman-teman peserta KKN-DR melakukan pendampingan. Di TPQ Darunnajah, pendidikan karakter religius dapat menggunakan metode bayani yaitu menurut QS. Lukman: 13-19 adalah melatih dan membiasakan sikap loyal, hormat, syukur, kritis, rasa ingin tahu, ramah, tanggung jawab, disiplin, berani, sabar, peduli terhadap sesama, tidak sombong, hidup bahagia, serta sopan santun.

Pendidikan karakter usia dini yaitu sebagai penanaman nilai kebaikan agar menjadi kebiasaan ada saat anak dewasa kelak. Tim peserta KKN-DR melakukan pendampingan dengan terus memantau bagaimana perkembangan internalisasi pendidikan karakter religius yang dilakukan sejak dini karena merupakan masa keemasan bagi anak. Pendidikan karakter usia dini dapat memantangkan anak dalam mengolah emosi. (DEW)

BIODATA PENULIS

*) Malpin Pradana

Penulis bernam lengkap Malpin Pradana yang merupakan mahasiswa aktif Institut Agama Islam Negeri Kediri. Ia bertempat tinggal di Doko, Kabupaten Kediri.

About author

No comments