PERAN KARANG TARUNA DALAM PERKEMBANGAN NILAI SPIRITUAL: STUDI KASUS DI DESA NGRONGGO KOTA KEDIRI

0

Pemuda atau remaja merupakan generasi penerus bangsa yang keberadaannya sangat berperan penting dalam pembangunan baik bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya negara. Negara yang besar tidak lepas dari dukungan generasi mudanya, bila suatu negara tidak memiliki kemampuan, dan keahlian dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan menopang kehidupannya. Lalu, bagaimana suatu negara dapat maju dan berkembang. Demi mencapai tujuan nasional telah dilakukan berbagai upaya pembangunan dan pemberdayaan di berbagai bidang sumber daya alam dan sumber daya manusia. Salah satu sumber daya yang sering menjadi masalah adalah sumber daya manusia yang erat kaitannya dengan kualitas manusia yang pada dasarnya sumber daya manusia itu adalah bagian dari generasi muda. Karena generasi muda inilah yang kelak meneruskan kepemimpinan dimasa yang akan datang, sehingga kita membutuhkan generasi yang terampil, berakhlak, bermoral serta cinta tanah air dan dapat diandalkan di tengah masyarakat terutama bangsa dan negara.

Di dalam proses tumbuh kembangnya, terdapat generasi muda yang dipengaruhi oleh faktor internal (dalam dirinya) dan eksternal (luar dirinya), seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, anak jalanan, dan masalah sosial lainnya. Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, maka akan mengancam eksistensi dan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Peran diri dan kualitas generasi muda menurun, serta kreativitas, kemauan, dan kemampuan mengembangkan gagasan untuk membangun negara yang bertujuan untuk mencapai regenerasi yang baik dan kompeten saat menemui kendala. Oleh karena itu, keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, masyarakat, terutama generasi muda itu sendiri, dituntut untuk terus berperan serta dalam upaya, rencana, dan kegiatan.

*) Gambar 1.1 Masjid Ronggo Jali

Di Desa Ngronggo RT 01 RW 04 masih banyak anak muda dari usia sekolah atau lulusan yang tidak memiliki kegiatan yang dapat mengasah kemampuan dan keterampilannya sebagai kegiatan pelengkap dan bekal untuk kehidupan masa depan mereka. Kebanyakan dari mereka hanya berkumpul bersama tanpa ada kegiatan jelas yang membuang-buang waktu. Oleh karena itu, peran organisasi remaja dapat menumbuhkan kreativitas pada lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran organisasi remaja dalam pengembangan kreativitas yang dilakukan oleh organisasi yang ada. Di dalam masyarakat yang maju, demi kelangsungan hidup masyarakat sebagai kelompok maupun individu, banyak tuntutan pelayanan publik. Sebagai organisasi masyarakat pedesaan, Karang Taruna tidak hanya sekelompok anak muda yang memiliki misi dan tujuan, tetapi juga dapat membantu warga atau masyarakat sekitar yang berada di lingkungan yang kurang beruntung.

Karang Taruna merupakan wadah pembinaan generasi muda non partisipan, menumbuhkan masyarakat atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial khususnya di desa/kelurahan atau masyarakat sederajat. Di desa Ngronggo kegiatan karang Taruna dilakukan dengan baik dan tertib. Keunggulan pada Desa ini yaitu pada nilai spiritualnya. Salah satu contoh saat kegiatan jalan santai para lelaki Karang Taruna serentak memakai baju Koko rapi dengan membawa bendera merah putih.

Kegiatan lain Karang Taruna yaitu pada acara 17 Agustus, kegiatan dilaksanakan dengan lomba dan pentas seni. Pentas seni dilaksanakan dengan sopan, padahal umumnya dilaksakan dengan tema kebudayaan. Namun, di desa ini kegiatan kebudayaan digantikan dengan tingginya nilai spiritual. Seperti contoh kebudayaan jaranan dan sinden digantikan dengan paduan suara dengan pakaian yang sopan. Dapat disimpulkan bahwa Karang Taruna di Desa Ngronggo cenderung Islam yang inklusif.

Jika dilihat dan diamati Islam inklusif yang memiliki pandangan keterbukaan berarti mau menerima segala sesuatu dari agama lain yang didasarkan pada kesamaan ajaran dari sumber yang sama yaitu Allah Swt dengan tanpa mengabaikan komitmen ajaran dan iman secara penuh.

Inklusivitas agama belakangan ini menjadi isu sentral dalam mengembangkan teologi. Timbulnya masalah ini disebabkan oleh ketidakjelasan kesadaran masyarakat akan kebhinekaan, sehingga meniscayakan tumbuhnya masyarakat multietnik dan multiagama dalam masyarakat yang beragam. Saat ini, dengan maraknya kekerasan etnis dan agama serta maraknya aksi terorisme yang mengatasnamakan agama, toleransi etnis dan agama di Indonesia menjadi agenda penting. Seperti yang kita ketahui, agama lebih banyak tentang hati ketimbang rasio. Oleh karena itu, agama mengandung dimensi subjektif, yang sulit dilacak dalam arti pengalaman keagamaan individu. Pada saat yang sama, pendekatan normatif mencoba menjelaskan agama dengan menekankan keunggulan kebenaran doktrinal dan sistem nilai. Pendekatan ini akan menggunakan permintaan maaf untuk membujuk untuk mempertahankan keunggulannya. Ini adalah tempat di mana agama dibandingkan dengan agama lain, dan unsur-unsur yang menekankan “kelemahan dan kekurangan” selalu disorot.

*) Gambar 1.2 jalan santai desa Ngronggo

Tempat untuk berkumpul biasanya dilaksanakan di rumah Bapak RT biasanya dilakukan setiap seminggu sekali. Saat itu pembahasan dilakukan untuk meningkatkan desa agar semakin maju seperti mengatur jalannya lomba. Kegiatan dilakukan dengan baik, hingga mendapat prestasi juara 1 Pentas Seni. Keunggulan Karang Taruna selalu diajukan untuk mengurus kegiatan desa. Namun, lama lama anggota Karang Taruna menjadi pribadi berkelompok dengan temannya tidak mau berkelompok dengan semua orang. Jika kelebihan pada Karang Taruna menonjolkan nilai spiritualnya akhirnya kelemahannya pada tingkat  kerjasama antar individu.

Saat dilaksanakannya rapat anggota Karang Taruna masih suka berkelompok dengan kelompoknya. Hal ini lah yang menyebabkan turunnya semangat untuk mengikuti Karang Taruna. Akibatnya saat ini Karang Taruna pada RT 01 RW 04 hari demi hari semakin surut peminatnya. Banyak orang merasa enggan untuk berkumpul karena faktor tersebut. Minat berkurang aktifivas pun berkurang dan Karang Taruna dibubarkan. Karena hal tersebut kini anggota Karang Taruna digantikan dengan Remaja Masjid (Remas). Nilai spiritualnya bertambah lagi saat bulan Ramadhan remaja mulai aktif mulai dari menmbagikan takjil, tadarus, dan lain-lain. Saat ini, Karang Taruna hanya RW 04 bukan RT 01 lagi karna sedikitnya minat untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam menghadapi masyarakat sebenarnya banyak halangan dan rintangan untuk menciptakan semangat memperbarui, menciptakan, dan mengembangkan kreativitas. Atur organisasi pemuda untuk mengembangkan kreativitas generasi. Generasi muda juga menghadapi beberapa kendala, kendala tersebut terbagi menjadi dua faktor yaitu faktor dari diri  sendiri dan faktor dari luar. Menurut saya, faktor penghambat perkembangan kreativitas generasi muda berasal dari diri mereka sendiri yaitu dengan kelompoknya masing-masing bukan satu anggota dalam Karang Taruna. Pada saat yang sama, dilihat dari faktor ketua, manajemen dan anggota, mereka sibuk dan pekerjaan sehari-hari, termasuk pekerjaan, universitas atau kegiatan lain di luar organisasi kepemudaan. Jadi, kreativitas anggota organisasi pemuda terhambat dan rencana kerja dikurangi. Kecuali semangat berkurangnya keberanian anggota organisasi kepemudaan dengan berbicara di depan umum, sehingga diskusi dalam proses diskusi kadang-kadang kemajuan berhenti.

*) Gambar 1.3 paduan suara puncak 17 agustus

Hambatan dari luar datang dari lingkungan langsung yaitu dari lingkungan rumah dan lingkungan kerja. Berdasarkan hasil faktor eksternal dapat menghambat pengembangan kreativitas yang sesuai untuk generasi muda dan kurangnya dana untuk mempermudah kegiatan organisasi Karang Taruna karena karena organisasi pemuda. Oleh karena itu, ketika melakukan kegiatan, mereka masih mengharapkan untuk menerima bantuan keuangan dari donatur. Selain itu, organisasi pemuda kita tidak bisa begitu saja mengandalkan iuran. Selain alasan di atas, faktor penghambat tidak berfungsi dengan baik Karang Taruna kurang kerjasama dalam mengembangkan kreativitas pemuda serta dukungan aparat desa atau pemerintah dalam pembinaan dan pembinaan Organisasi Karang taruna.

Singkatnya, peran organisasi Karang Taruna dalam mengembangkan kreativitas generasi muda meliputi pembinaan sikap kepemimpinan dengan cara menumbuhkan rasa tanggung jawab kepada anggota Karang Taruna, para pengurus memeberikan tugas seperti membuat kerja perkelompok untuk dilaporkan pada pertemuan berikutnya. Sehingga jiwa kepemimpinan dapat tumbuh pada diri masing-masing anggota. Namun, karena mungkin pemimpinnya kurang memberikan arahan yang tepat atau kendala anggotanya akibatnya Karang Taruna dibubarkan. Sedangkan, untuk pembinaan keagamaan melalui kegiatan pengajian remaja bertujuan untuk menjadikan generasi muda yang beriman, bertakwa serta berakhlak mulia. Sedangkan, pengembangan dalam bidang kesenian yaitu melalui kegiatan qasidah, dan seni tari. Hal tersebut bertujuan untuk melatih minat serta menggali bakat-bakat remaja di bidang kesenian.

Peran Karang Taruna Remaja sudah baik dalam pelaksanaan pengembangan kreativitas, namun masih belum optimal dikarenakan beberapa faktor penghambat, banyak kendala atau hambatan yang dihadapi baik dari dalam maupun dari luar organisasi. Untuk itu, perlu adanya kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak, baik dari masyarakat sekitar, aparat desa atau pemerintah. (DEW)

BIOGRAFI PENULIS

*) Shilvia Nia Putri

Penulis bernama lengkap Shilvia Nia Putri. Penulis merupakan mahasiswa aktif jurusan Psikologi Islam IAIN Kediri. Shilvia Nia Putri bisa dihubungi melalui alamat email shilvianiaputri@gmail.com

About author

No comments