PERANG KHANDAQ

0

Aksi teror dan siksaan yang dilakukan oleh Bani Quraisy terhadap Nabi Muhammad Saw dan para pengikutnya tidak ada henti-hentinya. Namun, aksi tersebut tidak membuat semangat Nabi Muhammad Saw untuk berdakwah menjadi luntur. Karena itu, Nabi Muhammad Saw memilih berhijrah untuk melakukan dakwah kembali di Kota Madinah.

Pada hijrah Nabi Muhammad Saw di Madinah, banyak sekali terjadi peritiwa-peristiwa yang besar. Salah satunya yaitu Perang Khandaq. Perang Khandaq sendiri juga dikenal sebagai pertempuran Al-Ahzab, pertempuran Konfederasi, dan Pengepungan Madinah yang terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah atau pada tahun 627 Masehi. Pengepungan Madinah ini dipelopori oleh pasukan gabungan antara kaum kafir Quraisy Makkah dan Yahudi Bani Nadir (al-ahzab) yang dimulai pada Maret 627, dan berakhir setelah 27 hari.

Perang ini disebut perang Khandaq yang merupakan salah satu perang yang terkenal dalam sejarah Islam. Perang ini dinamai perang Khandaq karena parit yang digali oleh umat Islam dalam persiapan untuk perang. Khandaq sendiri adalah bentuk bahasa Arab yang diambil dari bahasa Persia yaitu “kandak” yang mempunyai arti “itu telah digali”. Perang ini juga disebut dengan perang konfederansi. Al-quran menggunakan istilah al-ahzab untuk menunjukkan kofederasi Arab Pagan dan Arab Yahudi terhadap Islam.

Perang ini terjadi satu tahun setelah Perang Uhud pada tahun ke-5 Hijriah. Dimana kaum kafir Quraisy menggalang kekuatan untuk menghancurkan kaum Muslimin di Madinah. Kaum kafir ini berkomplot dengan Bani Sualim, Kinanah, penduduk Tihamah dan Al-Ahabisy. Mereka menggelar pertemuan di Marru Dzahraan, sekitar 40 kilometer dari Makkah, untuk melakukan serangan besar-besaran.

Penyebab perang Khandaq adalah karena diusirnya orang-orang Yahudi yang kemudian ditempatkan di Khaibar, sebuah wilayah di luar Kota Madinah. Hal itu membuat mereka kecewa dan marah. Mereka terdiri atas dua suku utama, yaitu bani Nadhir dan Bani Wali.

Adapun yang menjadi latar belakang pecahnya Perang Khandaq yaitu popularitas agama Islam di Madinah mengancam eksistensi dari ajaran Yahudi dan agama kaum Quraisy di Jazirah Arab. Kedua, kaum Ghathafan ingin kembali melakukan monopoli perdagangan di wilayah kota Madinah. Ketiga, keinginan dari pasukan sekutu untuk membalaskan dendam akibat kekalahan dalam perang-perang sebelumnya.

Perang Khandaq melibatkan dua kekuatan besar pasukan muslim dan pasukan sekutu Yahudi dan Quraisy. Banyak kabilah Arab dan Yahudi sama berkumpul dan akan mengubah orang-orang Islam dan mengepung kota Madinah. Jumlah mereka ada 10.000 orang laki-laki dibawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb.

Kabilah Arab dan Yahudi membawa serta 300 ekor kuda dan 1.500 ekor unta. Sementara itu, kaum muslimin hanya mencapai 3.000 personel. Di dalam musyawarah itu, Alman Al-farisi menemukan sebuah gagasan yang cemerlang. Ia mengusulkan agar umat muslim menggali parit di wilayah utara Kota Madinah, untuk menghubungkan kedua ujung Harrah Waqim dan Harrah Al-Wabrah.

Panjang parit itu mencapai 5.544 meter, lebarnya 4.62 meter, dan kedalaman 3.234 meter. Proses pengerjaan parit dilakukan secara gotong-royong, dan membutuhkan waktu sekitar 9-10 hari. Tak mudah bagi kaum muslimin menggali parit sepanjang lebih dari lima kilometer itu. Nabi Muhammad Saw pun ikut menggali dan memindahkan tanah.

Di dalam Kitab Fathul Barri dikisahkan, saat itu kondisi Kota Madinah sangat dingin. Tak hanya itu, Allah juga mengirim angin puting beliung yang memporak-porandakan perkemahan mereka. Pasukan Ahzab ini pun kabur mencari pertolongan. Pagi harinya, perkemahan mereka sudah kosong dengan kondisi luluh lantah. Semua perbekalan inipun diambil pasukan Muslim sebagai rampasan perang.

Itulah kisah dari Perang Khandaq, seyogianya sebagai umat Muslim kita harus mengetahui sejarah peradaban Islam. Di samping itu, kita harus dapat mengambil hikmah yang terdapat dalam kisah tersebut. (DEW)

Identitas Diri

Rahma Putri Novita Sari

Rahma Putri Novita Sari merupakan mahasiswi aktif semester 3 jurusan Psikologi Islam IAIN Kediri, kelahiran Kediri, 21 November 2001. Email nya putri.arrahmat43@gmail.com . Instagram @putri.arrahmat

About author

No comments

رِدَاءُ أُمِّي (Selendang Ibu)

رِدَاءُ أُمِّي Selendang Ibu عَلَامَةٌ عَلَى جِهَادِهَا Adalah tanda atas pengorbanannya آثَارُ الجِهَادِ كَقَطْرِ الْمَاءِ لَا تُنْسَى Bekas perjuangannya laksana setetes air yang tak terlupakan ...