Dunia Literasi Yang Terkadang Tak Sesuai Ekspektasi

0

Apa yang orang lain harapkan dengan dunia literasi yang dianggap hanya sebagai media yang sangat membosankan dan penuh aturan, banyaknya argumentasi yang tersampaikan hanya dengan sebuah tulisan namun terkadang kita lupa bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangatlah rendah, menggunakan media yang hanya mengandalkan titik dan koma tanpa aspirasi yang nyata terkadang dianggap sebelah mata.

Cuman Tulisan kok bangga?

Dunia literasi yang dipandang hanya bisa mencatat sejarah dan terkadang sedikit berperannya sehingga mendapatkan sedikit suara untuk mendapatkan perhatian para masyarakat Indonesia. Mereka paham tentang cara menulis karena sejak duduk dibangku sekolah semua rakyat Indonesia diajarkan untuk membaca dan menulis namun tidak dijelaskan secara detai tentang fungsi dan manfaat serta bagaimana cara berinovasi dengan sebuah keahlian yakni menulis, membaca dan lain sebagainya.

Banyak hal yang kita dapatkan dari literasi yakni kemampuan untuk tidak hanya memahami secara terbatas huruf atau kata -kata yang dilihat, tetapi juga membuat kaitan dengan hal-hal di luar teks. Dunia literasi yang dikenal sebagai hal yang paling lumrah dan hamper tidak berguna ketika teknologi sudah merajalela. Bahkan tak sedikit banyak orang ketahui tentang para sastrawan yang berperan bagi Indonesia, para generasi Indonesia mulai kehilangan sosok sastrawan yang menjadi sesepuh khususnya puisi yakni WS Rendra seorang penyair berbakat dalam bidang seni dan budaya.

Meluncur dalam dunia literasi, akan menuai tantangan yang sangat amat menantang, karena dengan adanya dan banyaknya penulis muda yang berkompeten dalam bidang membaca dan menulis serta dunia penerbitan yang sangat menyuguhkan tantangan luar biasa membuat para penulis muda untuk mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, namun biaya tersebut tidak akan balik modal seperti layaknya dunia kesehatan dengan mudah.

Belajar untuk memahami sesuatu yang pasti tidak dapat digapai dengan mudah, apalagi yang basicnya hanya sebuah tulisan belaka. Sering menjadi hal yang sangat diremehkan bahkan hal yang tak berpotensi besar untuk layak berada di kalangan yang tinggi,

Kesimpulannya adalah ketika terjun dalam dunia apapun tetaplah focus pada proses dan menejemen dalam mengelola hati pikiran dan solusi dalam setiap tantangan. Ekspektasi akan terwujud sesuai dengan aksi dan pengorbanan yang tiada henti. Berjalan diatas jalan yang terjal bukan berarti harus menyerah ditengah jalan. Apapun hasilnya, berjuanglah yang akan menjadi pemenangnya.

Biodata Penulis

Perkenalkan saya Hafida Hakimatul Khoiriyah  adalah seorang gadis dengan impian menjadi seorang penulis muda, yang lahir dikota santri di provinsi Jawa Timur. Berkesempatan untuk menulis adalah sebuah kebahagiaan yang tidak dapat terulang kecuali mencatatnya. Seorang Mahasiswi IAIN Kediri,  Karya solo pertama yakni buku “Maaf Tuhan Aku Merepotkan” dan karya antologi buku “Tentang Sebuah Luka’, “Sebersit Ci(n)ta”, dan lain sebagainnya. Berkenalan lebih lanjut dapat menghubungi media sosial:

IG : @fidahakima_ dan @fida_hakima

Twitter : fidahakima_

Kompasiana : https://www.kompasiana.com/hafida07281

About author

No comments

Merdeka Belajar; Lewat Versi John Dewey

Pendidikan itu dinamis, berkembang dari masa ke masa, juga tidak terbentuk secara langsung. Pendidikan tidak berjalan sendiri, akan tetapi banyak tokoh yang berkontribusi pada setiap ...