Menelusuri Kisah di Balik Kelurahan Bogo Nganjuk

0

Kelurahan Bogo merupakan salah kelurahan dengan homogenitas dan kepadatan penduduk yang tinggi. Di balik berdirinya kelurahan ini terdapat jejak historis yang cukup terkenal di kalangan masyarakat setempat. Dahulu, Kelurahan Bogo adalah sebuah desa yang tidak begitu padat penduduknya. Pada saat masih menjadi desa, Bogo mempunyai tiga dukuan, yaitu Bogo Kidol, Bogo Lor, dan Kedung Banteng.

Bogo mempunyai sejarah sendiri terkait dengan asal usul nama Bogo, berawal dari penuturan para sesepuh desa setempat menuturkan bahwa desa ini dinamai Bogo karena wilayah tesebut masih sepi dan sebagian besar lokasinya adalah persawahan dan perkebunan yang terdapat banyak ”Pohon Bogo”. Sehingga lokasi di kawasan ini dinamai ”Bogo”. Seiring dengan berjalannya waktu wilayah yang dinamai Bogo ini menjadi desa yang masyarakat setempat menamainya dengan ”Desa Bogo”.

Salah satu dukuhan yang ada di Desa Bogo adalah Dukuan ”Kedung Banteng”, satu dukuan ini juga mempunyai historis tersendiri bagi masyarakat setempat. Konon wilayah yang saat ini menjadi wilayah RW. 1 tersebut pada saat itu ada sungai yang sering dipakai kungkom* diceburi oleh gerombolan banteng. Kedung berarti daerah aliran sungai yang mempunyai kedalaman lebih dibanding dataran sungai yang lain. Sedangkan, Banteng adalah salah satu spesies hewan. Karena begitu seringnya Banteng berendaam di sungai akhirnya wilayah ini dinamai Kedungbanteng.

Wilayah Desa Bogo mempunyai karakteristik pembagian wilayah yang unik, di tengah-tengah Desa Bogo dipisahkan oleh Desa Kauman yang saat ini menjadi Kelurahan Kauman. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kesepakatan para sesepuh, masyarakat dan pendiri desa setempat pada zaman dahulu.

Adapun Kepala Desa pertama yang ada di Desa Bogo adalah Bapak Sairan. Bapak Sairan ini menjabat sebagai Kepala Desa di Desa Bogo sejak zaman penjajahan Jepang. Terdapat banyak sekali lembaga pemberdayaan masyarakat di antaranya adalah pengurus masjid, PKK, karang taruna, dan sebagainya. Semuanya membantu bersinergi demi majunya kelurahan Bego Nganjuk.

Sementara itu, kebudayaan dan kegiatan yang ada di Desa Bogo Nganjuk di antaranya Nyadran biasanya dirayakan dengan reog keliling desa ditambah iringan salawatan, kegiatan yasin dan tahlil serta pengajian muslimat setiap malam Jumat, kegiatan pengajian di masjid besar tiap Rabu malam, khotmil Qur’an tiap Minggu Legi, barjanji di mushola, dan masih banyak lagi.

Kelurahan Bogo merupakan salah satu kelurahan yang ada di Indonesia yang sampai saat ini tetap menjaga eksistensinya melalui pemanfaatan sumber daya manusia guna memajukan desa. Sebab, seiring desa bertambah maju maka menjadi peluang agar memberantas kepasivan masyarakat untuk ikut berkontribusi membangun bangsa. (DEW)

Biografi Penulis

*) Ach. Sa’ban Asshoyyad

Nama : Ach. Sa’ban Asshoyyad

Email : Ahmadsyakban28@gmail.com

TTL : Nganjuk, 28 Oktober 2001

Prodi/Kelas : KPI-1A

Keaktifan dalam organisasi : –

1.      Juara 1 MTQ Kabupaten Tingkat Sd/Mi

2.      Juara Harapan 1 MTQ Tingkat Smp/Mts

3.      Juara MSQ SMA Darul Ulum Jombang Tingkat Nasional

 

Prestasi                                          :

About author

No comments

Ingin Jeda

Rembulan usai hujan begitu menawan Cahayanya berpendar terhalang reranting dedaunan Aku berdiri menikmati dalam kesunyian Ah, mengapa tempias kisahmu masih saja ada dalam angan Pahit, ...