PESONA KERAJINAN KULIT DI TANGGULANGIN SIDOARJO

0

Sidoarjo – Jawa Timur, sebuah daerah yang berlambang ikan bandeng dan udang yang dikenal dengan adanya lumpur lapindo atau lumpur Sidoarjo. Sidoarjo  mempunyai makanan khas yaitu lontong kupang. Selain makanan khasnya, Sidoarjo juga dikenal mempunyai sentra pengerajin kulit yaitu terletak di kecamatan Tanggulangin, lebih tepatnya di desa Kludan. Tanggulangin memang sudah lama dikenal sebagai salah satu penghasil kerjinan kulit terbesar di Jawa Timur. Kualitas produknya juga sangat memuaskan dan telah diakui dunia internasional dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran.

Ini adalah salah toko bahan baku yang digunakan oleh para produksi.

Tidak heran ketika memasuki area industri kecil di Kludan, kita akan disuguhi pemandangan ruko dan showroom yang berada di kanan maupun kiri jalan. Kawasan ini juga terdapat banyak toko fashion, hal ini terlihat dari banyaknya pola-pola fashion terkini yang terpajang di jendela depan mereka. Tempat ini juga menjadi alternatif wisata belanja souvenir atau oleh-oleh bagi yang berlibur di daerah sekitarnya. Di sentra kerajinan kulit, kita akan disuguhi denga berbagai macam produk, diantaranya: aneka tas sekolah, tas wanita ataupun pria, baik tas kerja, tas hangout atau tas olahraga;  koper dengan berbagai macam ukuran; dan ikat pinggang, jaket, sandal serta sepatu. Dimana barang-barang tersebut bahan utamanya terbuat dari kulit sintesis atau kulit asli. Semua produk yang ditawarkan di berbagai toko di sini memiliki varian harga yang kompetitif dan relatif murah. Meskipun dengan harga yang kompetitif dan relatif murah, bukan berarti kualitas produknya juga murah atau gampang rusak. Di sentra ini, sudah terkenal dan terbukti oleh masyarakat Jawa Timur atau luar jawa dengan kualitas dan keawetan produknya.

Ini adalah rumah produksi milik pak Sugianto.

Pengrajin-pengrajin di Tanggulangin dibantu dalam suatu organisasi koperasi pengrajin yang bernama INTAKO yang terletak di desa Kedensari, samping desa Kludan. INTAKO berdiri sejak tahun 1976 dengan produksi rata-rata 250 sampai 1000 tas dan koper per hari. Modal usaha diperoleh dari simpanan pokok anggota. Melalui koperasi INTAKO, skala usaha kerajinan kecil Tanggulangin semakin pesat, mampu menembus pasar ekspor. Koperasi INTAKO berperan dalam menyediakan bahan baku, melakukan mediasi pemasaran dan order serta melakukan kerjasama kesepakatan harga, sehingga pengrajin tidak dipermainkan oleh konsumen.

Akan tetapi, sejak ada lumpur lapindo, industri kerajinan kulit di Tanggulangin tidak seramai seperti sebelum ada lumpur lapindo. Banyak sekali pengusaha-pengusaha gulung tikar dikarenakan omsetnya turun drastis dan mengalami kerugian yang sangat besar. Dengan kebijakan Bupati Sidoarjo yang mendukung penuh kegiatan usaha-usahan kecil di wilayah Kabupaten Sidoarjo yang sering kita sebut UKM. Dengan ini, para pengusaha yang dahulunya memilih menutup usahanya mempunyai semangat untuk memulai berusaha kembali. Selain itu, sekelompok pengusaha tas sering melakukan pameran berbagai kerajinan kulit mereka dan memberikan diskon yang cukup besar. Apalagi sekarang teknologi semakin maju, banyak pengusaha yang memasarkan produknya via online.

Ini adalah salah satu showroom yang berada di jalan raya Kludan.

Sebagian besar proses pembuatan kerajinan kulit di Tanggulangin ini masih memanfaatkan teknik-teknik tradisional. Setiap rumah produksi bisa menyelesaikan proses pembuatan tas dalam dua minggu, itu pun dilihat dari berapa banyak pemesan. Apabila pemesannya sedikit bisa selesai dalam waktu satu minggu, sedangkan pemesannya banyak bisa selesai dalam waktu dua minggu. Bukan hanya seberapa banyak atau sedikit pemesanan, cepat atau lambat produksi juga dilihat dari seberapa besar tingkat kesulitan model tas atau dompet, seberapa bagus atau buruk kualitas kulitnya. Setiap rumah produksi, terdapat banyak karyawan yang ditempatkan sesuai dengan keahian atau kemampuan masing-masing. Jika kemampuan karyawan itu sangat minim dan tidak bisa menjahit mereka akan ditempatkan di bagian mengelem tas atau bagian mengunting kulit yang sudah di gambar. Bagian menjahit dan menyeseti (menipiskan kulit) biasanya dilakukan oleh karyawan senior. Sebagian dari karyawan biasanya sudah mempunyai kemampuan dari lingkungan sekitarnya yang memproduksi tas atau dompet. Sebagian dari mereka yang sudah memiliki keahlian tersebut, mereka akan keluar dan membuka usaha sendiri.

 Hal di atas, seperti tetangga penulis yang bernama Pak Sugianto, asalnya dari Lumajang. Dahulu beliau ikut orang yang memproduksi dompet kulit, sekarang pak Sugianto sudah membuka rumah produksi sendiri dan pemasarannya sudah meluas ke penjuru kota bahkan luar negeri. Dia juga menerima pemasanan online. Pak Sugianto ini biasanya membuat dompet, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Kualitas kerajinan kulit di sini sudah tidak perlu diragukan lagi.

Tanggulangin, dengan pesona kerajinan kulitnya, telah mampu membuat Sidoarjo dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya dalam negeri tetapi hingga luar negeri. Pesona kerajinan kulit di Tanggulangin yang memproduksi barang-barang yang berkualitas telah mampu memikat para wisatawan. Dimana hal ini juga mendongkrak perekonomian masyarakat. (EN)

Biografi Penulis

*) Rizki Erliana Fitria

Mahasiswi aktif program studi Psikologi Islam IAIN Kediri semester 5. Untuk mengenal lebih jauh tentang penulis dapat menghubungi e-mail pribadinya rizkierliana59@gmail.com

About author

No comments