KKN-DR IAIN KEDIRI: DAMPINGI ANAK BELAJAR DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 DI DESA NGINO

0

Sejak kemunculan virus Covid-19 yang merebak ke berbagai belahan dunia dan mengalami pergeseran dari wabah menjadi pandemi, tidak peduli seberapa cepat kemajuan IPTEK dalam meminimalisir kemungkinan penyebaran. Tentunya, seluruh aktivitas dan kegiatan baik yang telah direncanakan maupun sedang dilakukan harus tertunda seluruhnya yang mengakibatkan kelumpuhan dalam berbagai aspek kehidupan. Baik dari segi perekonomian, sosial, budaya, kesehatan, pendidikan, maupun politik. Setiap negara berjuang untuk mempertahankan keselamatan dan keamanan nasional.

Dalam sektor pendidikan, pada akhir bulan Maret 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pun telah menurunkan Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 terkait Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19) yang berlangsung hingga saat ini. Pembelajaran jarak jauh atau daring telah dan akan berjalan hingga akhir tahun 2020 demi menghindari penambahan jumlah klaster baru dari aspek pendidikan. Maka, sejalan dengan diturunkannya SE tersebut, kini pembelajaran daring dilakukan baik melalui sederet aplikasi seperti, Whatsapp group, Google Classroom, video conference (Google Meet, ZOOM dan sejenisnya) maupun e-learning yang disediakan oleh instansi belajar terkait.[1]

Melihat situasi tersebut, mahasiswa IAIN Kediri yang sedang melaksanakan KKN-DR di Desa Ngino memiliki inovasi untuk  membuka bimbingan belajar secara tatap muka atau offline, tujuannya adalah agar lebih dekat dengan anak-anak dan masyarakat Desa Ngino sekaligus membuat suasana baru kepada anak-anak agar tidak bosan jika terus-terusan belajar di rumah atau daring, pembelajaran tatap muka ini telah mendapatkan izin dari kepala desa Ngino dan tetap dilakukan dengan protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran covid-19 seperti: melakukan sterilisasi sebelum memasuki ruang belajar, melakukan kegiatan belajar dalam lingkup kecil dan giliran (rombel), menerapkan jaga jarak antar pelajar, mengenakan masker, dilaksanakan dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.

Secara umum, keberhasilan proses belajar siswa entah dalam kegiatan tatap muka maupun daring dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal yang nantinya menentukan perkembangan keberhasilan mereka dalam belajar. Faktor internal meliputi, kecerdasan, bakat, minat, perhatian orang tua, motivasi, kesehatan jasmani, dan cara belajar siswa itu sendiri. Faktor eksternal meliputi, keluarga, lingkungan, guru, masyarakat, sekolah serta peralatan belajar atau sarana belajar. Berdasarkan pendapat tersebut, dapat diketahui bahwa banyak faktor yang dapat memengaruhi prestasi belajar siswa, diantaranya adalah perhatian orang tua, fasilitas belajar yang tersedia, waktu yang digunakan oleh siswa untuk belajar, motivasi siswa, kecerdasan, minat siswa, keterampilan guru dalam mengajar dan lain sebagainya.[2]

Tentu saja media-media pembelajaran tersebut memberikan dampak positif baik untuk pelajar maupun pengajar dalam keberlangsungan kegiatan belajar mengajar yang semula dalam wujud tatap muka. Walaupun kemungkinan tingkat keberhasilan pelajar yang rendah bisa saja terjadi di masa-masa penyesuaian. Dapat dikatakan, kesuksesan pembelajaran daring pelajar sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggalnya. Sebagaimana peranan pendidikan di sekolah juga turut serta dalam pembentukan karakter pelajar jika dilaksanakan secara tatap muka, sehingga peranan pendidikan tersebut harus dibebankan di lingkungan rumah atau keluarga. Oleh karena itu, perhatian yang diberikan orang tua atau wali pelajar diperlukan untuk menunjang keberhasilan belajar dan pembentukan karakter pelajar.[3]

Program bimbingan belajar yang kami realisasikan banyak sekali menimbulkan dampak positif, para pendamping belajar atau peserta KKN-DR di Desa Ngino mampu menyampaikan materi yang dikeluhkan/berkaitan dengan persoalan yang diberikan oleh sekolah dengan baik, sehingga pelajar menjadi lebih paham dan tenang berkat situasi dan kondisi belajar yang teararah. Pelajar memiliki perkembangan terhadap proses belajar mereka seperti saat mereka bersekolah di masa normal. Orang tua bahkan memberikan umpan balik terhadap pendamping belajar dengan baik karena anak mereka mengalami peningkatan proses belajar dan tidak lagi terlalu mengkhawatirkan peningkatan prestasi karena lebih mengutamakan keinginan anak untuk belajar yang sempat menurun karena terlalu lama beraktivitas di rumah.

Situasi pandemi Covid-19 yang belum kunjung membaik tentu saja melumpuhkan banyak aspek kehidupan. Namun, dengan diberlakukannya ‘Normal Baru’, perlahan kehidupan berjalan seperti biasa. Dalam aspek pendidikan, kegiatan belajar juga akhirnya kembali berjalan dengan diberlakukannya pembelajaran daring sebagai solusi terbaik untuk kegiatan belajar yang aman. Peranan guru dalam pembentukan karakter pelajar selama di sekolah tentu saja kini bergeser menjadi peranan ganda orang tua/wali pelajar selama di rumah. Selain itu, proses pembelajaran pelajar tentu ditentukan oleh faktor internal maupun eksternal. Pengondisian lingkungan yang baik untuk anak belajar sangat menentukan dalam perkembangan belajar mereka. Tidak semua orang tua/wali pelajar mampu menjalankan aktivitas tersebut. Oleh sebab itu, peranan pendamping belajar/tutor dalam kegiatan pembelajaran tatap muka diperlukan. (EN)

Profil Penulis

*) Adinda Mutrofin Sholekah

Adinda Mutrofin Sholekah, gadis kelahiran tahun 2000 ini merupakan salah seorang mahasiswa prodi Tadris Matematika di IAIN Kediri, penulis juga aktif di organisasi mahasiswa eksternal kampus yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah IAIN Kediri. Untuk mengenal penulis silahkan hubungi melalui email pribadinya adindamutrofin0266@gmail.com atau instagram pribadinya @adinda.mutrofin.

Daftar Rujukan

[1] Ni Komang Suni Astini, “Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Tingkat Sekolah Dasar pada Masa Pandemi Covid-19”. Jurnal Lampuhyang Lembaga Penjaminan Mutu Stkip Agama Hindu Amlapura, VoL. 11 No. 2 , Juli 2020, hal. 14.

[2] Darwin Bangun, “Hubungan Persepsi Siswa Tentang Perhatian Orang Tua, Kelengkapan Fasilitas Belajar di Rumah dan Penggunaan Waktu Belajar di Rumah dengan Presrasi Belajar Ekonomi Siswa kelas X Semester Ganjil SMA Negeri 1 Pagelaran 2007/2008”. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 5 Nomor 1, April 2008, hal. 75.

[3] Effendi, Mursilah dan Mujiono, “Korelasi Tingkat Perhatian Orang Tua dan Kemandirian Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa”. Jurnal Ilmiah Multi Sciences, Vol. 10 No. 1, Januari 2018, hal. 17-18.

About author

No comments

TRADISIONALISME ISLAM DI DESA SAMBIRESIK

Indonesia adalah satu negara yang mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam. Pendidikan Islam di Indonesia sudah ada sejak beberapa abad yang silam dimulai dari pembelajaran agama ...