SISKAMLING: BUDAYA YANG TUMBUH KEMBALI PADA MASA PANDEMI COVID-19

0

WHO (World Health Organization) atau Badan Kesehatan Dunia secara resmi mendeklarasikan virus corona (COVID-19) sebagai pandemi sejak tanggal 9 maret 2020. Artinya, virus corona telah menyebar secara meluas di dunia. Pandemi sendiri adalah suatu wabah global. Menurut WHO, pandemi dinyatakan penyakit baru yang menyebar di seluruh dunia hingga melampaui batas.

Di Indonesia sendiri pandemi ini memliki cukup banyak dampak di berbagai sektor salah satunya adalah sektor perekonomian dan ketenagakerjaan. Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo, mengungkapkan tiga dampak besar pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia sehingga masuk dalam masa krisis. Dampak kedua yaitu pandemi menimbulkan adanya ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha. Dampak ketiga adalah seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti.

Hal ini akan menimbulkan dampak tingkat kriminalitas yang semakin meningkat karena desakan kebutuhan hidup dan tidak adanya pekerjaan. Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno mengatakan, sebagian besar kasus kriminalitas bermula dari persoalan ekonomi yang menerpa kalangan tidak mampu.

Selain hal tersebut, meningkatnya kriminalitas pada era pandemi Covid-19 di Indonesia memberikan remisi untuk narapidana sebagai upaya pencegahan dan penyelamatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) dari penyebaran Covid-19, dilaksanakan pengeluaran dan pembebasan melalui asimilasi dan integrasi.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly memutuskan akan mengeluarkan sebagian narapidana dari penjara untuk mencegah penyebaran Covid-19 di dalam penjara. Sekitar 30.000 narapidana dewasa dan anak akan keluar penjara lebih cepat dari waktu yang seharusnya akibat penyebaran virus corona. Hal tersebut semakin memperbanyak dan memperbesar peluang tindak kriminalitas di Indonesia. Meningkatnya tingkat kriminalitas bukan hanya di daerah perkotaan saja, tapi di daerah pedesaan juga terdapat banyak tindakan kejahatan.

Di Desa Winong Kediri ini contohnya, diadakan kegiatan siskamling dikarenakan adanya kejadian pencurian ternak milik salah seorang warga desa. Sialnya, pencuri tersebut dapat lolos dari kejaran warga. Dari kejadian tersebut masyarakat beserta pihak berwenang melakukan musyawarah yang menghasilkan keputusan yakni memperketat penjagaan.

Siskamling sendiri didefinisikan sebagai upaya bersama dalam rangka meningkatkan sistem keamanan dan ketertiban masyarakat. Sementara, menurut Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia No. 23 Tahun 2007 pasal 1 ayat (6) menegaskan, “Sistem keamanan lingkungan yang selanjutnya disingkat siskamling adalah suatu kesatuan yang meliputi komponen-komponen yang saling bergantung dan berhubungan serta saling mempengaruhi, yang menghasilkan daya kemampuan untuk digunakan sebagai salah satu upaya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan akan kondisi keamanan dan ketertiban.

Salah satu kegiatan yang tedapat dalam siskamling adalah ronda. Ronda dalam KBBI, adalah kegiatan berkeliling atau patroli untuk menjaga keamanan kampung atau desa setempat baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan bermotor. Ronda biasanya terbagi menjadi beberapa kelompok untuk berpatroli dan  menyebar dalam setiap lini perumahan warga yang termasuk dalam kampung atau desa yang bersangkutan. Ada juga yang mengambil jimpitan (berupa beras atau uang koin) sebagai mahar untuk kesediaanya menjaga desa yang diletakkan pada wadah kecil yang biasanya berada pada depan rumah setiap warga.

Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa Sistem Keamanan Lingkungan atau siskamling merupakan bentuk-bentuk swakarsa yang merupakan suatu kesatuan komponen yang saling bergantung dan berhubungan, saling memengaruhi untuk memenuhi rasa aman di masyarakat dan untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan beradab berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Di Desa Winong, dalam setiap RT terdapat satu pos kamling yang ditempatkan di penjuru paling strategis untuk melihat segala arah. Kegiatan siskamling di Desa Winong dimulai pada pukul 21.00–03.30. Siskamling dikontrol oleh para ketua RT setempat setiap harinya. Dalam jadwal siskamling Desa Winong terdapat kurang lebih 5 orang peronda yang berjaga di setiap pos kamling. Peronda akan berkeliling setiap beberapa jam sekali di setiap wilayah yang menjadi tanggungannya.

Namun, pada awal pelaksanaannya terdapat banyak warga yang mendatangi pos kamling setiap harinya meskipun bukan waktunya berjaga hanya untuk ikut duduk dan mengobrol bersama. Dalam kegiatan ini para warga diwajibkan memberi uang keamanan sebesar Rp. 500,00 untuk menambah fasilitas dalam pos kamling, agar setiap warga tetap semangat untuk melakukan ronda. Selain itu, setiap peronda diwajibkan untuk membawa cemilan untuk makan bersama agar tidak bosan, untuk minuman kopi dan rokok menjadi tanggungan RT setempat menggunakan uang yang dikumpulkan dari para warga.

Kegiatan siskamling ini juga tidak membuat takut para pelaku kriminal. Karena beberapa minggu setelah diadakannya siskampling masih saja terjadi kebobolan kemalingan sebanyak 2 kali. Para pelaku menyasar hewan ternak. Pada kemalingan pertama, kehilangan seekor ayam jago yang ditaksir kerugiannya sebesar Rp300.000,00. Sedangkan, kebobolan kedua pelaku terbilang nekat karena mencuri anak kambing yang ditaksir pemilik mendapat kerugian sebayak Rp1.500.000,00.

Kedua kebobolan ini tidak ketahuan para peronda karena dilakukan saat siskamling telah usai dan saat pemadaman listrik yang cukup lama hingga kurang lebih pukul 02.00 WIB sehingga tidak ada peronda yang berjaga. Para warga menerka kejadian pencurian pertama saat usai  siskamling dilakukan antara rentan waktu 03.30–04.30 dini hari. Karena di Desa Winong ini kegiatan sholat subuh di masjid diadakan sekitar pukul 04.30.  Para pelaku kejahatan menunggu saat para penjaga telah pulang sehingga mereka dengan leluasa dapat melancarkan aksinya. (DEW)

Biografi Penulis

*) Nanda Wulan Sari

Mahasiswi aktif program studi Psikologi Islam semester enam di IAIN Kediri. Untuk mengenal lebih jauh tentang penulis dapat menghubungi e-mail pribadinya nandaw938@gamil.com

Daftar Pustaka

Satgas Penanganan Covid-19.Tanya Jawab. Dikutip Dari Artikel Satgas Penanganan Covid-19 RI.Diakses Pada 4 Deesember 2020 Pukul 23.14

Https://Covid19.Go.Id/Tanya-Jawab?Search=Apa%20yang%20dimaksud%20dengan%20pandemi?

Antara. Tiga Dampak Besar Pandemi Covid-19 Bagi Ekonomi RI.Dikutip Dari Artikel Ekonomi Republika.Co.Id. Diakses Pada 4 Desember 2020 Pukul 23:44

Https://Republika.Co.Id/Berita/Qdgt5p383/Tiga-Dampak-Besar-Pandemi-Covid19-Bagi-Ekonomi-Ri

Robertus Belarminus.Kapolda Metro Jaya: Kriminalitas Akibat Pengangguran.Dikutip Pada Artikel Kompas.Diakses Pada 4 Desember 2020 Pukul 00.00

Https://Nasional.Kompas.Com/Read/2012/11/21/15151119/Kapolda.Metro.Jaya.Kriminalitas.Akibat.Pengangguran

Ardito Ramadhan. Pembeasan 30.000 Narapidana Akibat Wabah Covid-19.Dikutip Dari Artikel Kompas.Com.Di Akses Pada 4 Desember 2020 Pukul 00:27

Https://Nasional.Kompas.Com/Read/2020/04/01/09314561/Pembebasan-30000-Narapidana-Akibat-Wabah-Virus-Corona?Page=All

Muhammad Ahsan Ridhoi.Kriminalitas Meningkat Selama Pandemi Corona, Sebanyak Apa ?.Dikutip Dari Katadata.Co.Id.Diakses Pada 4 Desember 2020 Pukul 00:32

Https://Katadata.Co.Id/Muhammadridhoi/Berita/5e9ffbc527b98/Kriminalitas-Meningkat-Selama-Pandemi-Corona-Sebanyak-Apa

Lestari, A. D., Suntoro, I., & Nurmalisa, Y. (2017). Peranan Kepala Kampung Dalam Pelaksanaan Siskamling.

About author

No comments