Suara Hati Rakyat

0

Aku saksikan gedung menjulang

Gagah, bagiku tak menawan

Bagaikan bayi, kendaraan merangkak di atas karpet hitam

Dikejauhan kulihat massa, berbondong-bondong mengampiri tempatku berdiri

Kobaran semangat menggerogoti hingga ke relung jiwa

Ribuan mata turut bercerita

Marah, ambisius dan kecewa

Kami berbeda raga namun satu rasa

Kami mulai bersuara

Gegap-gempita mengudara

Kami di sini, bukan tuk duduk termangu

Meminta keadilan

Berikan hak kami

Sumpah janji, menguap bagai air kali

Di sini, kami berjuang…!

Di antara ribuan langkah dan harapan

Demi penghidupan yang penuh arti karena itu keyakinan kami

Ini negeri kaya penuh sejuta makna yang mengobralkan berjuta-juta impian namun tiada bermakna

Di sini, kami melangkah…!

Di antara kekejaman zaman, karena kami yakin

Inilah negeri yang memberikan secercah harapan

Di antara kehampaan hidup kami, berjuta impian telah dirampas oleh tangan kekuasaan

Saat ini, aku berpikir

Apakah telinga itu berfungsi

Mendengar suara jeritan hati nurani

Yang melolong di seluruh negeri, meminta belas kasihan kepada sang pemilik hati

Lengkingan terdengar nyaring bagai tertancap besi

Getarnya di rasakan seisi bumi

Tapi sang pemilik hati nurani, bertingkah seakan dirinya tuli

Sekuat apapun lolongan, seakan lengkingan tak pernah terjadi (DEW)

Biografi Penulis

Jazilatul Falahiyah

Namanya adalah Jazilatul Falahiyah. Dia lahir di Lamongan, Jawa Timur pada tanggal 2 Oktober 2000. Sejak kecil dia memiliki hobi membaca dan menulis. Gadis berkerudung ini memiliki motto “Man Jadda Wajada” dalam hidupnya, yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Maka dari itu ia sangat bersungguh-sungguh dalam belajar untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang dosen dan penulis. Saat ini dia masih menempuh kuliah Strata-1 di IAIN Kediri Prodi Pendidikan Agama Islam.

About author

No comments

BONGKAHAN EMAS TAK BERBEKAS

Kitab undang-undang berkumandang di setiap sudut bumi pertiwi Menyuarkan binar-binar bagi tunas-tunas bangsa dan negeri Terbayang pesona jendela cakrawala terpalu pada diri Menjelma apik dan ...